Bunuh diri bukan penyeselesaian dari masalah

Posted: 20/01/2011 in Uncategorized

Setiap manusia tentu memiliki masalah yang sulit terpecahkan. Tidak tua, muda, belia, semua. Bahkan remaja juka memiliki polemic yang tidak kalah dengan orang-orang dewasa.

Belakangan saya membaca di Koran bahwa ada salah seorang siswa yang bersekolah di sebuah SMA negri ternama di Surabaya melakukan bunuh diri. Dia seorang anak lelaki yang masih duduk di kelas 1 SMA. Media mengatakan bahwa diduga kematian nya disebabkan oleh karena dirinya tidak mau dijodohkan oleh ayahnya. Well, bagi orang yang easy going atau cuek mungkin itu adalah hal sepele, berbeda dengan dirinya yang sudah mencintai seorang pacar yang ia sangat mencintainya.

Yang jadi pertanyaan saya, kenapa sih bunuh diri adalah jalan terakhir yang dipilih? Padahal jika di usut, dia adalah anak yang pintar, secara sekolahnya saja sudah terkenal sebagai tempat sekolah anak-anak paling pintar di Surabaya. Selain itu bahkan pacarnya mengatakan bahwa jika dia ada masalah silahkan si share kan, toh apa salahnya.

Kembali ke topic, mengapa harus bunuh diri yang dipilih? Dari segi pengamatan saya, factor paling utama penyebab orang bunuh diri adalah memendam masalah yang ia tidak dapat memecahkannya sendiri. Sehingga menjadi stress, putus asa, hingga jalan terakhir yaitu bunuh diri. Susah memang kalau menghadapi situasi seperti ini, apalagi remaja, masih labil dan tidak takut melakukan hal-hal yang ekstrem.

Saya yakin para pelaku bunuh diri pasti tau bahwa bunuh diri adalah dosa, tuhan memberi kita anugerah untuk hidup bukan untuk menyia-nyiakan anugrah itu. Saya juga yakin para pelaku tersebut sadar bahwa jika ia pergi maka akan banyak sekali yang akan kehilangan, bersedih, menyesal, menyayangkan, dan lain-lain. Tapi mengapa bunuh diri masih tetap dilakukan? Itulah yang menjadi pertanyaannya.

Kehilangan seseorang yang dicintai itu tidaklah mudah, apalagi karena bunuh diri. Mungkin jika saya yang kehilangan, saya akan menangis histeris seperti kesurupan (naudzubillah). Apakah mereka menyadari itu? Saya yakin jawabannya adalah : YA!!

Tapi ya itu tadi, polemic dan stress yang dia hadapi bisa mengalahkan segalanya, termasuk mengalahkan akal sehat. Tapi ada juga kasus bunuh diri yang saya rasa itu adalah ‘konyol’. Contohnya seorang pria yang berdiri di tower dan mengancam akan lompat bunuh diri,hanya karena alasan ditolak cintanya oleh seorang wanita. Hello? Wake up boy! Wanita tidak hanya satu, kenapa sampai segitunya sih?

Mereka yang bunuh diri, hampir bunuh diri, ingin bunuh diri, kepikiran bunuh diri, atau apapun lah, harusnya sadar betapa berharganya hidup mereka. Orang yang sedang melawan kanker ganas masih berjuang hanya ingin hidup. Orang yang tertimpa kecelakaan berjuang melawan sakit hanya untuk hidup, dan kenapa kita yang sehat-sehat saja malah membunuh diri kita dengan sia-sia? Oke jika ada yang menyanggah bahwa alasannya adalah memiliki masalah yang rumit susah dipecahkan dan membuat stress. Hey ingat kawan, kita tidak sendirian, kita masih punya Tuhan. Tuhan tidak akan memberi masalah yang umat tersebut tidak mampu memecahkannya. Memang masalah itu sulit, tapi bukan berarti tidak ada jalan untuk memecahkannya, hanya saja BELUM.

Ingat, hargai hidup kalian sebelum menyesal di akhir nanti..

Cheers :)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s